Budget tender pada proyek konstruksi biasanya berasal dari estimasi biaya proyek (cost estimate) yang dibuat berdasarkan dokumen tender dan analisis biaya pekerjaan. Budget ini disusun oleh tim estimator atau tender engineer sebelum kontraktor mengajukan penawaran kepada owner.

Berikut sumber utama pembentukan budget tender.
1. Bill of Quantity (BOQ)
Sumber utama budget tender adalah Bill of Quantity (BOQ) yang diberikan oleh konsultan atau owner.
Misalnya, BOQ berisi:
| Item Pekerjaan | Volume | Satuan |
| Excavation | 1000 | m³ |
| Concrete | 500 | m³ |
| Reinforcement | 50 | ton |
Estimator kemudian menghitung harga satuan pekerjaan untuk setiap item.
Rumus dasar:
Budget Tender = Volume × Harga Satuan
Contoh:
Excavation
Volume = 1000 m³
Harga = $10 / m³
Total = $10,000
2. Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP)
Untuk mendapatkan harga satuan, estimator membuat analisa harga satuan.
Analisa ini biasanya terdiri dari:
- Material
- Tenaga kerja
- Peralatan
- Overhead
- Profit
Contoh sederhana:
Item: Concrete 1 m³
| Komponen | Biaya |
| Cement | $40 |
| Sand | $20 |
| Gravel | $25 |
| Labor | $15 |
| Equipment | $10 |
Total direct cost = $110
Tambahkan:
- Overhead 10%
- Profit 10%
Harga satuan = $132
3. Market Price / Survey Lapangan
Estimator juga melakukan survey harga pasar untuk memastikan harga realistis.
Contohnya:
- harga beton ready mix
- harga baja tulangan
- harga sewa alat berat
- upah tenaga kerja
Sumber data bisa berasal dari:
- supplier
- vendor
- subcontractor
- proyek sebelumnya
4. Data Proyek Sebelumnya (Historical Data)
Perusahaan kontraktor biasanya memiliki database proyek sebelumnya.
Contohnya:
| Jenis Pekerjaan | Harga Historis |
| Excavation | $8 – $12 / m³ |
| Concrete | $120 – $150 / m³ |
Data historis membantu estimator membuat estimasi lebih cepat dan realistis.
5. Metode Pelaksanaan (Construction Method)
Budget tender juga dipengaruhi oleh metode kerja yang dipilih kontraktor.
Contoh:
Excavation bisa dilakukan dengan:
- excavator kecil
- excavator besar
- manual labor
Setiap metode menghasilkan biaya berbeda.
6. Overhead Proyek
Selain biaya langsung, estimator juga menghitung overhead proyek, misalnya:
- site office
- keamanan proyek
- listrik dan air
- mobilisasi alat
- staff proyek
Overhead biasanya dihitung sebagai:
5% – 15% dari direct cost
7. Profit dan Markup
Setelah semua biaya dihitung, kontraktor menambahkan profit margin.
Contoh:
Direct Cost = $1,000,000
Overhead = $100,000
Subtotal = $1,100,000
Profit 10% = $110,000
Budget Tender = $1,210,000
Perbedaan Budget Tender dan Budget Aktifitas
Pada implementasi di proyek, sangat memungkinkan Budget Tender (diperoleh dari Rencana Anggaran Biaya atau RAB) berbeda dengan Budget yang berasal dari kalkulasi resources pada aktifitas (Rencana Anggaran Pelaksanaan atau RAP)). Berikut hal-hal yang dapat berpengaruh pada perbedaan nilai budget tender dan budget yang berasal dari aktifitas:
| Aspek | Budget Tender (RAB) | Budget Aktivitas (RAP) |
| Dibuat oleh | Estimator | Planning engineer |
| Waktu dibuat | Saat tender | Setelah proyek dimenangkan |
| Level detail | Item BOQ | Activity |
| Tujuan | Penawaran proyek | Pengendalian biaya |
| Metode | Volume × harga satuan | Resource × unit cost |
Contoh Perbedaan di Proyek
Misalnya dalam tender:
Item BOQ
Excavation = $10,000
Namun setelah dibuat schedule detail:
| Activity | Cost |
| Excavation Area A | $3,000 |
| Excavation Area B | $4,000 |
| Excavation Area C | $2,500 |
Total = $9,500
Artinya:
Budget Tender = $10,000
Budget Aktivitas = $9,500
Selisih = $500
Selisih ini biasanya digunakan sebagai:
- contingency
- buffer
- risiko proyek
Hubungan Budget Tender dengan Primavera
Dalam proyek yang menggunakan Primavera P6, budget tender biasanya menjadi referensi awal untuk budget proyek.
Alurnya biasanya seperti ini:
Tender Estimate
↓
Cost Breakdown Structure (CBS)
↓
Mapping ke WBS
↓
Schedule + Resource di Primavera
↓
Budget at Completion (BAC)
Planner kemudian membandingkan:
Tender Budget vs Schedule Budget
Jika berbeda jauh, berarti ada masalah dalam:
- resource planning
- productivity
- metode kerja
Baca juga: Perbedaan Budget WBS dan Budget dari Resource di Primavera P6 (Yang Sering Membingungkan Planner), Cara Membuat WBS di Primavera P6 dan Memahami Konsep Budgeting Proyek
Kesimpulan
Budget tender berasal dari proses estimasi biaya proyek yang dilakukan sebelum kontrak ditandatangani. Sumber utamanya meliputi:
- Bill of Quantity (BOQ)
- Analisa Harga Satuan Pekerjaan
- Survey harga pasar
- Data proyek sebelumnya
- Metode pelaksanaan
- Overhead proyek
- Profit kontraktor
Budget tender inilah yang kemudian menjadi dasar untuk perencanaan biaya proyek dan pengendalian cost selama proyek berjalan.
