Jalur Kritis Proyek adalah rangkaian aktivitas terpanjang pada jadwal proyek yang biasanya memiliki total float nol. Semua aktivitas yang berada pada jalur kritis, apabila terlambat, dapat menyebabkan keterlambatan pada proyek.
Pengertian Critical Path menurut PMBOK® Guide 5th Edition:
Urutan aktivitas yang merepresentasikan jalur terpanjang dalam suatu proyek, yang menentukan durasi terpendek yang memungkinkan untuk menyelesaikan proyek.
Perencana (Planner) perlu memahami jalur kritis karena hal ini dapat membantu untuk:
- Menentukan durasi proyek secara lebih realistis.
- Mengidentifikasi hubungan ketergantungan antar aktivitas, batasan, dan risiko pada jadwal proyek.
- Menyusun jadwal proyek yang realistis berdasarkan prioritas pekerjaan.
- Memantau progres proyek dan melacak setiap penyimpangan terhadap jadwal.
- Melakukan percepatan jadwal pada aktivitas tertentu setelah estimasi waktu penyelesaian proyek dihitung.
Aplikasi penjadwalan seperti Primavera dan Microsoft Project menggunakan algoritma Critical Path Method (CPM) untuk menentukan waktu minimum yang dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan dengan nilai total float paling kecil.

Pada gambar di atas terlihat bahwa aktfitas kritis ditandai oleh lajur warna merah yang merupakan aktifitas yang memiliki total float bernilai nol. Sedangkan aktifitas yang ditandai warna hijau merupakan aktifitas non-kritis yang masih memiliki float sehingga aktifitas masih memiliki sisa waktu sebesar float yang dimiliki untuk digunakan yang tidak akan berdampak kepada terlambatnya proyek.
Setelah memahami jalur kritis, kita dapat mempelajari lebih lanjut mengenai Critical Path Method (CPM), yaitu metode yang didasarkan pada konsep tersebut.
Apa itu CPM dan Mengapa Kita Menggunakan Critical Path Method (CPM)?
Critical Path Method adalah teknik penjadwalan dan estimasi proyek yang digunakan untuk membuat timeline yang akurat terhadap total durasi proyek.
Teknik ini menggunakan network diagram Forward Pass untuk menentukan Early Start dan Early Finish rangkaian aktifitas dan Backward Pass untuk menentukan Lately Start dan Lately Finish rangkaian aktifitas, yang secara visual menggambarkan urutan aktivitas, jadwal aktifitas dan total float yang diperlukan dalam jadwal proyek. Setelah aktivitas-aktivitas tersebut diidentifikasi, durasinya dihitung untuk menentukan jalur terpanjang dari seluruh jalur yang ada.
Sejarah CPM
Morgan R. Walker dan James E. Kelley mengembangkan Critical Path Method pada akhir tahun 1950-an.
Dua teknik manajemen proyek yang berbeda adalah CPM dan PERT.
PERT lebih sesuai untuk proyek yang durasi aktivitasnya belum diketahui secara pasti, sedangkan CPM lebih sesuai untuk proyek berulang atau proyek yang memiliki durasi dan urutan kerja yang lebih terukur.
Faktor Penting dalam CPM
Sebelum mempelajari cara menghitung jalur kritis dengan metode CPM, kita perlu memahami konsep CPM serta variabel-variabel yang memengaruhinya.
Hubungan antar aktivitas: Finish to Start, Finish to Finish, Start to Start, dan Start to Finish.
Early Start (ES): waktu paling awal suatu aktivitas dapat dimulai dalam proyek. Nilai ini baru dapat diketahui setelah hubungan ketergantungan antar aktivitas diidentifikasi.
Late Start (LS): waktu paling akhir suatu aktivitas dapat dimulai tanpa menyebabkan keterlambatan proyek.
Early Finish (EF): waktu paling awal suatu aktivitas dapat selesai berdasarkan jadwal proyek.
Late Finish (LF): waktu paling akhir suatu aktivitas dapat selesai tanpa memengaruhi jadwal keseluruhan proyek.
Float: Float, yang juga sering disebut slack, adalah waktu yang menunjukkan berapa lama suatu aktivitas dapat ditunda sebelum memengaruhi urutan aktivitas dan jadwal proyek. Karena aktivitas pada jalur kritis tidak dapat ditunda, aktivitas tersebut tidak memiliki float atau memiliki nilai float 0.
Contoh Perhitungan Critical Path Methode (CPM)
Berikut merupakan contoh perhitungan jalur kritis dengan menggunakan metode CPM melalui penjelasan di video (tanpa suara).
Kesimpulan tentang Jalur Kritis
Dari contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa Critical Path atau jalur kritis adalah jalur terpanjang dalam jadwal yang terdiri dari rangkaian aktivitas dari awal hingga akhir proyek.
Berikut beberapa hal penting mengenai jalur kritis:
- Dalam setiap jadwal, setidaknya harus terdapat satu jalur kritis.
- Jalur kritis dapat berjumlah lebih dari satu.
- Setiap jalur kritis harus bersifat berkelanjutan dari awal sampai akhir proyek.
- Pengecualian: ketika constraint diterapkan, jalur dapat menjadi kritis dari awal hingga aktivitas yang memiliki constraint, atau dari aktivitas yang memiliki constraint hingga akhir proyek.
- Beberapa orang mendefinisikan jalur kritis sebagai jalur dengan total float nol. Definisi ini benar selama terdapat rangkaian aktivitas dengan total float nol dari awal hingga akhir proyek.
- Sebagian lainnya mendefinisikan jalur kritis sebagai jalur terpanjang dalam jadwal, dari awal hingga akhir proyek. Definisi jalur kritis sebagai jalur terpanjang lebih tepat dalam banyak kasus, karena jika tanggal selesai proyek dibuat lebih panjang, jalur yang sebelumnya memiliki total float nol dapat berubah menjadi positif atau lebih dari 0. Dengan demikian, jalur kritis adalah jalur terpanjang dengan jumlah total float paling kecil.
