Pada penjadwalan terdapat aktifitas yang berada di jalur kritis dan yang berada di jalur non-kritis. Aktifitas yang berada di jalur kritis biasanya tidak memiliki float atau memiliki float terkecil. Sedang aktifitas yang berada di jalur non-kritis masih memiliki float sehingga jadwal masih bisa bergeser mundur sebelum menyentuh tanggal penyelesaian proyek yang dapat menyebabkan proyek delay.
Istilah Float lazim ditemukan pada metode penjadwalan proyek dengan Critical Path Method (CPM) atau Metode Jalur Kritis.
Jadi dalam penjadwalan, Float dapat diartikan sebagai cadangan atau toleransi waktu (buffer time) antar aktivitas atau waktu keterlambatan aktivitas yang masih dapat digunakan oleh aktifitas terkait yang memiliki float untuk menyelesaikan sisa pekerjaan yang tidak berdampak pada keterlambatan aktifitas selanjutnya (free float) atau keterlambatan proyek secara keseluruhan (total float).
Pada penjadwalan terdapat 2 jenis float yaitu free float dan total float.
Free Float
Free Float adalah waktu sisa yang dimiliki suatu aktivitas yang dapat digunakan tanpa menunda tanggal mulai awal (Early Start) atau tanggal selesai awal (Early Finish) aktivitas penerusnya (successor). Free float ini akan disesuaikan dengan jenis hubungan aktivitas seperti FS, SS, FF, atau SF.
Perhitungan Free Float dihitung dari selisih durasi antara Early Start atau Finish suatu aktivitas terhadap Early Start atau Finish aktivitas penerusnya.
Total Float
Total Float adalah durasi sisa waktu yang dapat digunakan suatu aktivitas tanpa mengganggu tanggal penyelesaian proyek yang sudah direncanakan. Istilah Total Float digunakan di Primavera P6 sedangkan di Microsoft Project digunakan istilah Total Slack.
Perhitungan Total Float adalah dari selisih antara tanggal mulai awal dan tanggal mulai akhir, yaitu Lately Start (LS) – Early Start (ES). Bisa juga dihitung dari tanggal selesai akhir dan tanggal selesai awal, yaitu Lately Finish (LF) – Early Finish (EF).
Total Float suatu aktifitas dihitung dari dari penjumlahan Free Float dalam rangkaian aktivitas penerusnya secara berurutan, yang diambil dari jalur aktivitas yang paling kritis. Perhitungannya dimulai dari titik penyelesaian suatu aktivitas (yang akan dihitung total floatnya) sampai dengan penyelesaian proyek.

Pada gambar terlihat aktifitas yang berada di jalur kritis (warna merah) dan aktifitas yang berada di jalur non-kritis. Float pada aktifitas yang berada di jalur kritis bernilai nol sehingga keterlambatan aktifitas di jalur kritis (meski hanya 1 hari) dapat menyebabkan keterlambatan penyelesaian proyek yang berada di Milestone Finish.
Pada aktifitas non-kritikal F memiliki free float sebesar 5 hari, yaitu antara aktifitas F dan aktifitas G. Sedangkan aktifitas G memiliki free float 3 hari yaitu antara aktifitas G dan Milestone Finish.
Total float aktifitas F adalah penjumlahan dari free float F-G (5 hari) dan free float G-Milestone Finish (3 hari) jadi total float aktifitas F adalah 8 hari.
Sedangkan total float aktifitas G adalah sama dengan free floatnya yaitu 3 hari.
Sebagai tambahan, jumlah maksimum Total Float suatu aktifitas idealnya tidak lebih dari 44 hari kerja.
